Latest Post
22.30
Kisah Nyata Seorang Wanita yang Koma di Tanah Suci (Part2)
Written By Java Putra on Kamis, 13 Desember 2012 | 22.30
Kisah Nyata Seorang Wanita yang Koma di Tanah Suci (Catatan Eko Putra) - Malangnya, ketika sampai di Rumah Sakit King Abdul Aziz, saya diberitahu oleh team dokter bahwa wanita tersebut masih berada dalam keadaan koma. Namun demikian, kata dokter, keadaannya masih stabil. Melihat kondisi tersebut, maka saya mengambil keputusan untuk menunggunya di rumah sakit. Setelah dua hari menunggu, wanita tersebut akhirnya membuka matanya. Dari sudut matanya yang mulai terlihat terbuka sedikit itu, wanita itu memandang ke arah saya. Tapi begitu wanita itu memandang wajah saya, tiba-tiba wanita tersebut terus memeluk saya dengan erat sambil mulai menangis terisak- isak.
Maka sayapun terkejut karena saya ini bukanlah mahramnya. Apalagi pada saat dia tiba-tiba menangis??
Sesaat kemudian saya mulai beranikan diri untuk bertanya kepada wanita pingsan yang baru tersadar itu, "Mengapa anda menangis?" “Ustadz….saya taubat dah Ustadz. Saya menyesal, saya berjanji tidak akan berbuat hal buruk lagi. Saya bertaubat ustadz, betul-betul taubat."
"Lalu kenapa anda tiba-tiba saja ingin bertaubat?" tanya saya yang masih dalam keheranan.
Wanita itu terus saja menangis terisak-isak, tanpa menjawab pertanyaan yang saya ajukan tersebut.
Sedetik kemudian diapun mulai bersuara, bercerita kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian, cerita yang bagi saya pribadi perlu diambil iktibar dan hikmahnya oleh kita semua. Katanya, "Ustadz, saya ini sudah berumah tangga, menikah dengan lelaki kulit putih. Tapi Saya ini cuma Islam pada nama dan juga islam hanya karena keturunan saja.
Ibadah satu apa pun tidak pernah saya jalani. Saya tidak shalat, tidak puasa. Semua amalan ibadah tidak ada yang saya dan suami saya jalani. Rumah saya penuh dengan botol minuman keras. Suami saya itu sering saya tendangi, dan saya pun sering pula dipukulnya juga," katanya tersedu-sedu.
"Jadi kenapa anda memiliki keinginan untuk berhaji dengan keadaan seperti ini?"
"Iyalah...saya melihat orang pergi haji, maka sayajuga ingin melakukan pergi haji."
"Jadi, apakah gerangan yang membuat anda menangis hingga seperti ini? Apakah ada yang anda alami ketika anda sakit?" tanya saya lagi. Dengan suara yang tersekat-sekat, wanita tersebut mulai menceritakan,
"Ustadz...Allah itu Maha Besar, Maha Kaya, Maha Agung. Sewaktu saya dalam keadaan koma itu, saya telah diazab dengan siksaan yang benar-benar pedih atas segala kesalahan yang telah saya lakukan selama ini.
"Benarkah itu?" tanya saya, terkejut.
"Benar Ustadz. Semasa koma itu, saya telah ditunjukkan oleh Allah mengenai balasan yang Allah berikan kepada saya. Balasan azab Ustadz, bukan balasan surga.
Saya merasakan sepertinya saya telah diazab di neraka. Saya ini seumur hidup tidak pernah memakai jilbab. Maka sebagai balasannya, rambut saya ini ditarik-tarik dengan bara api.
Sakitnya tidak bisa terkatakan karena sangking pedihnya. Sayapun menjerit-jerit meminta ampun dan meminta maaf kepada Allah."
"Bukan hanya itu saja, buah dada saya pun diikat dan dijepit dengan menggunakan penjepit yang bahannya terbuat daripada bara api, lalu ditarik ke sana-sini...putus, kemudian jatuh ke dalam api neraka.
Buah dada saya terasa terbakar, panasnya tidak dapat dibayangkan. Saya menjerit, menangis kesakitan. Lalu saya coba masukkan tangan ke dalam api itu dan saya ambil buah dada itu kembali."
Wanita itu terus bercerita tanpa sedikitpun memperhatikan bahwa perawat2 dan pasien lain pun sedang ikut mendengarkan.
Tambahnya lagi, setiap hari dia disiksa, siksaan ini tiada henti, 24 jam sehari.
Dia tidak diberi kesematan untuk istirahat atau dilepaskan dari hukuman. Selama wanita itu koma, maka waktu yang dilaluinya adalah waktu dengan azab yang amat pedih. Dengan suara terisak-isak, dengan air mata yang semakin banyak mengalir, wanita itu pun meneruskan ceritanya,
"Hari-hari saya selalu disiksa. Ketika rambut saya ini ditarik dengan bara api, maka terasa sakitnya seperti kulit yang tercabut dari kepala. Panasnya pun seperti menyebabkan otak saya seperti terasa menggelegar. Azab itu teramat pedih.. sangat pedih sekali.. tak bisa diceritakan karena rasa yang sangking pedihnya."
Sambil bercerita, wanita tersebut terus saja meraung, dan terus menangis terisak-isak. Dari sikapnya itu, maka nyatalah dia memang benar-benar sangat menyesal dengan segala kesalahannya dahulu.
Sayapun tertegun, kaget dan badan ini menggigil mendengar ceritanya. Ternyata seperti itulah balasan yang Allah berikan kepada umatnya yang ingkar.
"Ustadz...saya ini Islam hanya namanya saja, tapi saya minum minuman keras, saya bermain judi dan macam-macam dosa besar. Karena saya suka minum dan makan segala yang diharamkan Allah, maka sewaktu dalam kondisi koma itu saya telah diberi makanan buah-buahan yang memiliki duri tajam. Tidak ada isi pada buah tersebut melainkan hanya duri-duri saja, namun saya tetap harus memakan buah-buah itu karena memang perut saya terasa sangat lapar.
"Ketika buah-buah tersebut ditelan, maka duri-durinya terasa menikam kerongkongan saya dan ketika sampai ke perut, maka buah-buah tersebut menikam isi perut saya juga. Sementara jari yang tertusuk jarum pun terasa sakit, apalagi ini duri-duri besar yang menusuk kerongkongan dan perut kita. Setelah buah itu habis dimakan oleh saya, kemudian saya diberi makan berupa bara-bara api.
Ketika saya coba masukkan bara api tersebut ke dalam mulut, maka seluruh badan ini terasa seperti hangus terbakar. Rasa panasnya hanya Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak ada apa-apanya apabila dibandingkan dengan panasannya api tadi.
Label:
Hikmah
03.03
Kisah Nyata Seorang Wanita yang Koma di Tanah Suci (Part1)
Written By Java Putra on Selasa, 04 Desember 2012 | 03.03
Kisah Nyata Seorang Wanita yang Koma di Tanah Suci (Catatan Eko Putra)- Ini adalah kisah nyata yang saya kutip dari sebuah blog yang berasa dari catatan Facebook milik Ust. Nasir. Alhamdulillah karena beliau sudah mau berbagi pengalaman dengan kita semua. Dimana bagi saya pribadi pengalaman ini sangatlah baik untuk dijadikan renungan dan pelajaran bagi para pembaca semua. Dan alhamdulillah karena beliau juga sudah mengizinkan, bahkan beliau merasa senang apabila kisah beliau ini dibagikan ke semua muslim yang ada, termasuk juga para pembaca blog ini. Karena itu saya langsung bersemangat untuk memostingnya, namun dengan perubahan bahasa, ke bahasa indonesia tentunya tanpa mengurangi arti dan maknanya walau sedikitpun. Semoga kisah berikut ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan juga para pembaca sekalian, dan silahkan juga apabila berkenan dapat di share ke teman-teman yang lain.! Berikut ini mengenai catatan kisah beliau:
Untuk renungan kita bersama ......
Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil mengurus umrah dan jemaah haji, saya sudah melewati berbagai pengalaman menarik dan ada juga yang pahit. Bagaimanapun, dalam banyak peristiwa itu, ada suatu kejadian yang pastinya tidak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun. Pengalaman itu merupakan pengalaman terhadap seorang wanita yang berusia 30-an. Kejadian tersebut terjadi pada saat saya mengurus salah satu rombongan haji.
Setibanya wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan salah satu bus. Semuanya terlihat riang, karena itulah pertama kalinya mereka melaksanakan ibadah haji. Setelah sampai, saya membawa mereka untuk menaiki bus dan dari situ, kami bersama-sama menuju ke Madinah.
Alhamdulillah, segalanya berjalan dengan lancar hinggalah kami sampai di tempat tujuan kami yaitu Madinah. Setibanya di Madinah, semua orang turun dari bus. Turunlah mereka satu demi satu hingga pada akhirnya tibalah kepada giliran salah seorang wanita.
Tapi tanpa sebab musabab sesuatu apapun, pada saat menjejakkan kakinya di bumi Madinah, tiba-tiba saja wanita tersebut tumbang dan tidak sadarkan diri. Sebagai orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus jemaah itu, maka saya pun bergegas menuju ke arah wanita tersebut.
"Jemaah ini sakit” kata saya pada Jemaah haji yang lain. Suasana pada saat itu, yang tadinya tenang serta merta mulai bertukar menjadi kecemasan.
Dari Semua jemaah yang ada, nampak panik di wajah mereka dengan apa yang sedang terjadi saat itu.
"Badan wanita ini panas dan menggigil. Jemaah ini tak sadarkan diri, cepat tolong saya...kita bawa saja dia ke rumah sakit," ungkap saya.
Maka tanpa membuang waktu, kamipun mengangkat wanita tersebut bersama-sama dan membawanya ke RS Madinah yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat kami saat ini.
Sementara itu, jemaah haji yang lain diantarkan ke tempat penginapan masing-masing.
Sesampainya di RS Madinah, wanita tersebut masih belum sadarkan diri juga. Berbagai usaha mulai dilakukan oleh dokter untuk memulihkan kesadarannya, namun semua usaha tersebut gagal.
Hingga akhirnya waktu petangpun tiba, wanita itu masih berada dalam keadaan koma. Sementara itu, tugas membimbing jemaah haji harus tetap saya lanjutkan. Dengan sangat terpaksa terpaksa saya pun meninggalkan wanita tersebut di RS Madinah. Namun dalam aktivitas kesibukan saya yang mengurus Jemaah haji, saya menyempatkan diri untuk menghubungi RS Madinah agar mengetahui bagaimana perkembangan wanita tersebut. Oleh pihak rumah sakit, saya diberitahu bahwa dia masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Setelah dua hari, ternyata wanita tersebut masih juga tidak sadarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, keadaan itu merupakan pengalaman pertama saya dalam berhadapan dengan situasi seperti itu. Melihat usaha untuk memulihkannya, semuanya gagal, maka wanita itu diantar menuju Rumah Sakit Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan perawtan lanjutan sebab pada waktu itu RS di Jeddah memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan RS Madinah. Namun usaha untuk memulihkan kesadarannya masih tidak berhasil juga. Sementara jadwal haji harus dilanjutkan. Kami bertolak menuju ke Makkah untuk mengerjakan ibadat haji bersama-sama dengan jamaah yang lain. Selesai haji, maka sekali lagi saya usahakan untuk pergi ke Jeddah.
Untuk renungan kita bersama ......
Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah sambil mengurus umrah dan jemaah haji, saya sudah melewati berbagai pengalaman menarik dan ada juga yang pahit. Bagaimanapun, dalam banyak peristiwa itu, ada suatu kejadian yang pastinya tidak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun. Pengalaman itu merupakan pengalaman terhadap seorang wanita yang berusia 30-an. Kejadian tersebut terjadi pada saat saya mengurus salah satu rombongan haji.
Setibanya wanita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan salah satu bus. Semuanya terlihat riang, karena itulah pertama kalinya mereka melaksanakan ibadah haji. Setelah sampai, saya membawa mereka untuk menaiki bus dan dari situ, kami bersama-sama menuju ke Madinah.
Alhamdulillah, segalanya berjalan dengan lancar hinggalah kami sampai di tempat tujuan kami yaitu Madinah. Setibanya di Madinah, semua orang turun dari bus. Turunlah mereka satu demi satu hingga pada akhirnya tibalah kepada giliran salah seorang wanita.
Tapi tanpa sebab musabab sesuatu apapun, pada saat menjejakkan kakinya di bumi Madinah, tiba-tiba saja wanita tersebut tumbang dan tidak sadarkan diri. Sebagai orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus jemaah itu, maka saya pun bergegas menuju ke arah wanita tersebut.
"Jemaah ini sakit” kata saya pada Jemaah haji yang lain. Suasana pada saat itu, yang tadinya tenang serta merta mulai bertukar menjadi kecemasan.
Dari Semua jemaah yang ada, nampak panik di wajah mereka dengan apa yang sedang terjadi saat itu.
"Badan wanita ini panas dan menggigil. Jemaah ini tak sadarkan diri, cepat tolong saya...kita bawa saja dia ke rumah sakit," ungkap saya.
Maka tanpa membuang waktu, kamipun mengangkat wanita tersebut bersama-sama dan membawanya ke RS Madinah yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat kami saat ini.
Sementara itu, jemaah haji yang lain diantarkan ke tempat penginapan masing-masing.
Sesampainya di RS Madinah, wanita tersebut masih belum sadarkan diri juga. Berbagai usaha mulai dilakukan oleh dokter untuk memulihkan kesadarannya, namun semua usaha tersebut gagal.
Hingga akhirnya waktu petangpun tiba, wanita itu masih berada dalam keadaan koma. Sementara itu, tugas membimbing jemaah haji harus tetap saya lanjutkan. Dengan sangat terpaksa terpaksa saya pun meninggalkan wanita tersebut di RS Madinah. Namun dalam aktivitas kesibukan saya yang mengurus Jemaah haji, saya menyempatkan diri untuk menghubungi RS Madinah agar mengetahui bagaimana perkembangan wanita tersebut. Oleh pihak rumah sakit, saya diberitahu bahwa dia masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Setelah dua hari, ternyata wanita tersebut masih juga tidak sadarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, keadaan itu merupakan pengalaman pertama saya dalam berhadapan dengan situasi seperti itu. Melihat usaha untuk memulihkannya, semuanya gagal, maka wanita itu diantar menuju Rumah Sakit Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan perawtan lanjutan sebab pada waktu itu RS di Jeddah memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan RS Madinah. Namun usaha untuk memulihkan kesadarannya masih tidak berhasil juga. Sementara jadwal haji harus dilanjutkan. Kami bertolak menuju ke Makkah untuk mengerjakan ibadat haji bersama-sama dengan jamaah yang lain. Selesai haji, maka sekali lagi saya usahakan untuk pergi ke Jeddah.
Label:
Hikmah
01.08
Alhamdulillah, Selesai juga Belajar Oracle
Written By Java Putra on Minggu, 04 November 2012 | 01.08
Setelah hampir setiap minggu ke pasar minggu, tapi yang jelas bukan beli buah ya .. :) Akhirnya selesai juga belajar Oracle Tuning 10g. Banyak kesan - kesan yang terjadi selama masa pembelajaran yang tentunya menjadi bagian cerita dalam hidup ku yang tak terlupakan.
Materi belajarnya lumayan bagus, tidak kalah dengan penyelenggara training lain yang mematok harga selangit untuk training oracle. Kalau di tempat aku belajar, sebut saja nama tempat trainingnya adalah "Tanmia Informatika" memberikan harga training yang bisa menyentuh kalangan menengah ke bawah termasuk seperti diriku ini he..he..
Kalau mau tahu mengenai lembaga training ini, coba saja cari informasinya di link Tanmia Informatika. Materi-materi trainingnya juga cukup komprehensif kok, dan banyak pilihannya juga dari mulai database, pemrograman desktop, sampai dengan pemrograman web. O iya untuk materi-materi yang lagi trend juga tersedia seperti materi Business Intelligence dan juga android. Materinya juga tidak selalu aplikasi yang notabene merupakan aplikasi berbayar, banyak juga materi yang merupakan aplikasi open source seperti linux, pentaho, android, php, perl, phyton, ruby, dll :) Lumayan kan kalau bisa diaplikasikan di tempat kerja kita, so kantor pasti akan terbantu tuh kalau aplikasi nya pakai open source, jadi sama-sama untung. Karyawan dapet biaya training gratis, kantor bisa dapet aplikasi gratis bikinan para karyawan nya.
Label:
MyCity
